Senin, 04 Mei 2015

Resensi Buku Laskar Pelangi

Judul Buku    : Laskar Pelangi       
                                                                            
Penulis            :  Andrea Hirata

Penerbit          : Yogyakarta, Bentang Pustaka/2005




Laskar Pelangi adalah novel pertama karya andrea hirata yang diterbitkan oleh Bentang pustaka pada tahun 2005. Novel  ini bercerita tentang kehidupan 10 anak dari keluarga msikin yang bersekolah di sebuah sekolah Muhammadiyah di Pulau Belitong yang penuh dengan keterbatasan mereka adalah  ikal, Sahara, MahaR, A Kiong, Syahdan, Kucai, Borek Alias Samson, Trapani, Harun, Cerita terjadi di desa gantung, Kabupaten gantung, Belitung Timur. Dimulai ketika sekolah muhammadiyah terancam akan dibubarkan oleh Depdikbud sumsel jikalau tidak mencapai siswa varu sejumlah 10 anak. Ketika baru 9 anak yang menghadiri upacara pembukaan, akan tetapi tepat ketika Pak Harfan, Sang kepala sekolah, hendak berpidato menutup sekolah, Harun dan ibunya datang untuk mendaftarkan diri disekolah kecil itu. mulai dari sanalah dimulai cerita mereka. mulai dari penempatan tempat duduk, pertemuan mereka dengan Pak Harfan, perkenalan mereka yang luar biasa dimana Akiong yang malah cengar-cengir ketika ditanyakan namanya oleh guru mereka, Bu Mus. kejadian bodoh yang dilakukan oleh borek, pemilihan ketua kelas yang diprotes keras oleh kucai, kejadian ditemukannya bakat luar biasa mahar, pengalaman cinta pertama ikal, sampai pertaruhan nyawa lintang yang mengayuh sepeda 80 km pulang pergi dari rumahnya ke sekolah. mereka laskar pelangi nama uang diberikan bu Muslimah akan kesenangan mereka terhadap pelangi pun sempat mengharumkan nama sekolah dengan berbagai cara. misalnya pembalasan dendam mahar yang selalu dipojokan kawan-kawannya karena kesenangannya pada okultisme yang membuahkan kemenangan manis pada kanarval 17 Agustus dan kejeniusan luas biasa lintang yang menantang dan mengalahkan Drs Zilfikar, Guru sekolah Karya PN yang berijazah dan terkenal, dan memenangkan lomba cerdas cermat. Laskar pelangi mengarungi hari-hari menyenangkan, tertawa dan menangis bersama. kisah sepuluh kawanan ini berakhir dengan kematian ayah Lintang yang memaksaEinstein cilik itu putus sekolah dengan sangat mengharukan, dan dilanjutkan dengan kejadian 12 th kemudian dimana ikal yang berjuang di luar pulau belitong kembali ke kampungnya. kisah indah ini diringkas dengan kocak dan mengharukan oleh Andrea Hirata, Kita bahkan bisa merasakan semangat laskar pelangi ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar